https://lamongan.times.co.id/
Berita

112 Tahun PP Matholi'ul Anwar Lamongan: Menjaga Tradisi, Menginspirasi Negeri

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:30
112 Tahun PP Matholi'ul Anwar Lamongan: Menjaga Tradisi, Menginspirasi Negeri Ketua Yayasan PP Matholi’ul Anwar, Syaifulloh Abid yang akrab disapa Gus Abid hadir dalam milad ke-112 Pondok Simo Desa Simo, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jumat (16/1/2026). (Foto: Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)

TIMES LAMONGAN, LAMONGAN – Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar, atau yang lebih akrab di telinga masyarakat sebagai Pondok Simo, baru saja memperingati milad ke-112 tahun perjalanannya di dunia pendidikan Islam. Tasyakuran yang berlangsung khidmat di Desa Simo, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan ini menjadi momentum istimewa karena disatukan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Lantunan selawat dan doa bersama ribuan santri serta alumni menyelimuti kompleks pesantren yang telah berdiri sejak awal abad ke-20 tersebut. Peringatan ini bukan hanya soal angka, melainkan napak tilas perjuangan panjang sebuah lembaga pendidikan yang lahir dari ketulusan hati para ulama.

Ketua Yayasan PP Matholi’ul Anwar, Syaifulloh Abid, dalam sambutannya mengutarakan rasa syukur atas usia pondok yang telah melampaui satu abad. Pria yang akrab disapa Gus Abid ini menyebutkan bahwa kekuatan utama pesantren ini terletak pada fondasi spiritual yang dibangun para pendahulu.

“Tasyakuran ini bukan sekadar peringatan usia, tetapi bentuk syukur kami atas keberlangsungan Pondok Simo yang sejak awal berdiri karena keikhlasan dan perjuangan para pendiri,” ujar Gus Abid, Jumat (16/1/2026).

Ketua-Yayasan-PP-Matholiul-Anwar-b.jpg

Di momen tasyakuran ini, juga menyerap spirit Isra’ Mi’raj, dengan diisi dengan refleksi peristiwa Isra’ Mi’raj. Menurut Gus Abid, ada korelasi yang kuat antara peristiwa besar Rasulullah SAW tersebut dengan prinsip pendidikan di Matholi’ul Anwar.

“Isra’ Mi’raj mengajarkan keteguhan iman, kedisiplinan shalat, dan ketaatan kepada Allah. Nilai-nilai inilah yang sejak dulu menjadi ruh pendidikan di Pondok Matholi’ul Anwar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa disiplin dalam beribadah dan penguatan akidah merupakan benteng utama bagi santri dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Gus Abid berharap para santri mampu meneladani perjalanan agung Rasulullah sebagai kompas dalam menuntut ilmu.

Secara historis, PP Matholi’ul Anwar didirikan pada 18 Januari 1914 oleh KH Abdul Wahab. Berawal dari pengajian rutin sederhana di rumah pribadi kiai, lembaga ini bertransformasi menjadi pesantren besar dengan ribuan santri. Gus Abid, yang merupakan penerus perjuangan tersebut, memegang tanggung jawab moral yang besar sebagai pemegang estafet kepemimpinan saat ini.

“Saya hanyalah generasi keempat. Tugas kami bukan mengubah jati diri pesantren, tetapi menjaga amanah ulama terdahulu agar Pondok Simo tetap berakar pada tradisi salaf dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tuturnya.

Perjalanan sejarah mencatat, setelah KH Abdul Wahab wafat pada 12 Maret 1925, estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh keluarga dan kerabat, hingga kemudian dipimpin oleh KH Soefyan Abdul Wahab sejak 17 Juli 1935. Di bawah kepemimpinan KH Soefyan inilah, Matholi’ul Anwar mengalami perkembangan pesat hingga menjadi salah satu mercusuar pendidikan Islam di Lamongan.

Kini, di usia ke-112, Pondok Simo terus bertransformasi tanpa meninggalkan ciri khasnya. Gus Abid menaruh harapan besar agar perpaduan antara tradisi klasik dan manajemen yayasan yang modern mampu membawa Matholi’ul Anwar terus berkontribusi bagi bangsa dan agama.

“Keikhlasan para pendiri adalah energi bagi kami untuk terus mengabdi. Kami ingin santri Simo tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual sebagaimana teladan dari peristiwa Isra’ Mi’raj,” katanya. (*)

Pewarta : Moch Nuril Huda
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Lamongan just now

Welcome to TIMES Lamongan

TIMES Lamongan is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.