Berita

Puluhan Lembaga Pendidikan dan 3 Ribu Lebih Rumah di Lamongan Terdampak Banjir

Kamis, 07 Januari 2021 - 14:09
1.28k
Puluhan Lembaga Pendidikan dan 3 Ribu Lebih Rumah di Lamongan Terdampak Banjir Salah satu titik banjir yang berada di Kecamatan Kalitengah, Lamongan. (FOTO: MFA Rohmatillah/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LAMONGANBanjir akibat luapan anak Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur atau yang biasa disebut Bengawan Njero terus meluas. Jika sebelumnya hanya 19 desa yang terdampak, kini bertambah menjadi 26 desa di 5 kecamatan.

Selain merendam sejumlah jalan poros dan ribuan hektare lahan tambak dan sawah, lembaga pendidikan dan ribuan rumah warga juga terdampak.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, terdapat 47 lembaga pendidikan yang tersebar di 5 kecamatan tergenang banjir.

Lembaga pendidikan yang terdampak banjir diantaranya 8 lembaga di Kecamatan Karangbinangun, yang tersebar di Desa Karanganom, Ketapangtelu dan Sukorejo masing-masing 2 lembaga pendidikan, sedangkan dua sisanya teletak di Desa Sumowinangun dan Putatbangah.

Di Kecamatan Deket terdapat 6 lembaga pendidikan yang terdampak, yaitu di Desa Sidomulyo, Tukerto dan Weduni, masing-masing terdapat 2 lembaga pendidikan.

"Yang di Kecamatan Glagah ada7 lembaga pendidikan, 3 diantaranya di Desa Soko, 2 di Desa Gempolpendowo, satu di Rayunggumuk dan satu lagi di Desa Pasi," kata Muslimin, Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, dikonfirmasi Kamis (7/1/2021).

Muslimin menyebutkan, untuk Kecamatan Kalitengah terdapat 13 lembaga pendidikan terdampak banjir, yaitu di Desa Bojoasri, Tiwet dan Jelakcatur masing-maaing 2 lembaga, 3 di Desa Sumosari, 3 di Pucangtelu dan satu lagi di Desa Gambuhan.

"Kalau yang paling banyak itu di Kecamatan Turi, ada 14 lembaga pendidikan, yaitu 6 di Desa Putatkumpul, 2 di Kemlagi Lor, 3 di Pomahanjanggan dan 3 di Kepudibener," tuturnya.

Selain menggenangi puluhan lembaga pendidikan, jumlah desa dan rumah warga di Lamongan yang terdampak banjir luapan Bengawan Njero juga bertambah. Jika sebelumnya terdapat 19 desa dan 1.532 rumah, kini meluas ke 26 desa di 5 kecamatan dan menggenangi 3.355 rumah warga. "Di 26 desa ini juga ada seluas 5.235 hektar lahan tambak terendam dan kerugian akibat banjir yang terjadi di 26 desa di 5 kecamatan ini mencapai Rp12,8 miliar lebih," ujar Muslimin. (*)

Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Lamongan just now

Welcome to TIMES Lamongan

TIMES Lamongan is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.