TIMES LAMONGAN, JAKARTA – Perusahaan mainan Mattel merilis Barbie autisme atau autism spectrun disorder. Koleksi dari Barbie Fashionista yang insklusif ini hasil kolabirasi dengan Autistic Self Advocacy Network (ASAN).
Desainnya Mattel menyerahkan penuh pada ASAN. Desainnya disesuaikan dengan karakteristik yang dimiliki sebagain orang autisme. Mattel maupun ASAN menegaskan bahwa autisme adalah spektrum, jadi pengalaman dan karakteristiknya akan berbeda pada setiap orang.
Global Head of Dolls Mattel, Jamie Cygielman berharap boneka ini menggambarkan seperti apa inklusi itu. "Boneka ini diproduksi untuk membantu memberikan gambaran seperti apa inklusi itu, karena setiap anak (autisme) berhak melihat diri mereka sendiri dalam Barbie," jelasnya.
Barbie autisme didesain dengan penampilan sederhana dengan ini fitur yang unik. Barbie dengan warna kulit tan, berambut panjang dan mengenakan pakaian rok yang longgar. Menurut ASAN pemilihan pakaian longgar ini memang sesuai dengan kondisi orang autis pada umumnya yang senang menggunakan pakaian longgar untuk meminimalisir sentuhan kain pada kulit, sehingga mengurangi stimulasi sensoris yang berlebihan.
Sedangkan fitur pada desain Barbie autisme pada bagian tangan yang bisa digerakkan, dan pandangan mata yang sedikit melirik ke samping.
Barbie autisme dilengkapi dengan aksesori yang membantu orang autisme dalan kesehariannya, seperti fidget spinner, headphone dan tablet khusus untuk komunikasi.

Tentang Barbie
Boneka Barbie pertama kali diperkenalkan di American International Toy Fair pada tanggal 9 Maret 1959, diciptakan oleh Ruth Handler dari perusahaan mainan Amerika, Mattel.
Nama Barbie diambil dari nama putrinya, Barbara, terinspirasi dari boneka dewasa Jerman bernama Bild Lilli.
Sejak debutnya dengan baju renang hitam-putih bergaris zebra, Barbie menjadi boneka fesyen paling populer di dunia dan terus berkembang menjadi simbol aspirasi perempuan dan ikon budaya.
Barbie pun berkembang dan terus bertahan hingga kini. Dalam perjalanannya, Barbie muncul dengan berbagai warna kulit yang tak hanya cokelat terang, tapi juga cokelat gelap, juga tan.
Barbie juga merilis koleks-koleksi unik, baik yang diambil dari profesi, maupun pakaian khas dari berbagai negara. Koleksi disabilitas juga pernah dirilis oleh Mattel.
Gong-nya Barbie juga punya koleksi 'inspiring women' dengan merilis boneka yang mirip dengan perempuan hebat seperti Frida Kahlo, astronot Sally Ride, penerbang wanita pertama Amelia Earhart, dan pesenam Olimpiade Gabby Douglas.
Mainan boneka ini kemudian banyak mendapat pujian karena dianggap bisa meningkatkan kepercayaan diri dan menginspirasi perempuan di seluruh dunia.
Barbie juga berkembang menjadi tontonan, baik itu dalam versi kartun dua dimensi hingga film layar lebar. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Gandeng Autistic Self Advocacy Network, Mattel Rilis Barbie Autisme
| Pewarta | : Dhina Chahyanti |
| Editor | : Dhina Chahyanti |