Sinergi Pemprov Jatim dan Pemkab Lamongan Kendalikan Inflasi Lewat Pasar Murah
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau Operasi Pasar Murah di Sukodadi, Lamongan. Upaya stabilisasi harga bapok jelang Idul Fitri dengan diskon cabai hingga 50 persen.
LAMONGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus bergerak cepat menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar di depan Kantor Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Rabu (4/3/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga pangan yang lazim terjadi menjelang Lebaran.
Sinergi Pemprov Jatim dan Pemkab Lamongan
Didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa OPM ini merupakan titik ke-32 yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur. Program ini dirancang untuk saling melengkapi (komplementaritas) dengan agenda serupa yang dijalankan pemerintah kabupaten/kota.

"Harapannya kita sama-sama memaksimalkan stabilisasi harga. Menjelang Lebaran memang ada dinamika penyesuaian harga, karena itu kita lakukan stabilisasi melalui pasar murah ini," ujar Khofifah.
Harga Jauh di Bawah Pasar: Cabai Rawit Diskon 50 Persen
Dalam OPM ini, berbagai komoditas dibanderol dengan harga jauh di bawah harga pasar. Salah satu yang paling mencolok adalah komoditas cabai rawit yang dijual hanya setengah dari harga normal.
Berikut daftar harga bahan pokok dalam OPM di Sukodadi, Lamongan:
-
Cabai Rawit: Rp40.000/kg (Harga pasar Rp80.000/kg)
-
Daging Ayam: Rp30.000/ekor (Harga pasar Rp42.000/ekor)
-
Beras SPHP (5 kg): Rp55.000
-
Gula Pasir: Rp14.000/kg
-
Minyakita: Rp13.000/liter
Kendalikan Inflasi dan Bantu Kebutuhan Logistik Keluarga
Gubernur Khofifah berharap langkah konkret ini tidak sekadar menjadi angka statistik dalam pengendalian inflasi daerah, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan logistik keluarga.

"Tentu harapannya ini bisa membantu pemenuhan kebutuhan logistik di masing-masing rumah tangga. Inilah sinergi yang kita bangun bersama kabupaten dan kota," ucap Khofifah optimistis.
Melalui kolaborasi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Lamongan ini, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idul Fitri dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



