Dongkrak Produktivitas dan Hilirisasi Pertanian di Lamongan, Pemerintah Kucurkan Bantuan Alsintan Modern
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Ad Interim Menteri Pertanian Sudaryono dan Bupati Lamongan Yuhronur menaiki alsintan modern bantuan dari Pemerintah Pusat, Sabtu (30/5/2026). (Foto: Moch Nuril Huda/TIMES Indonesia)

Dongkrak Produktivitas dan Hilirisasi Pertanian di Lamongan, Pemerintah Kucurkan Bantuan Alsintan Modern

Pusat dan Pemkab Lamongan bersinergi dongkrak produktivitas dan hilirisasi pertanian lewat Gerakan Tanam Padi dan bantuan alsintan modern demi swasembada pangan berkelanjutan.

TIMES Lamongan,Sabtu 30 Mei 2026, 20:49 WIB
377
M
Moch Nuril Huda

LAMONGANUpaya untuk dongkrak produktivitas dan hilirisasi pertanian di Kabupaten  Lamongan, Jawa Timur,  terus mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Langkah strategis ini diperkuat melalui sinergi nyata antara Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Kabupaten Lamongan guna mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

​Komitmen tersebut dikonfirmasi langsung dalam aksi nyata Gerakan Tanam Padi yang berlangsung di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (30/5/2026).

​Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Ad Interim Menteri Pertanian Sudaryono, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, serta Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara.

​Hilirisasi Pertanian Berbasis Teknologi: Petani Harus Untung

​Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas terkait hilirisasi di sektor pertanian. Menurutnya, hilirisasi tidak boleh hanya menguntungkan sektor industri di bagian akhir, tetapi wajib memberikan dampak kesejahteraan langsung kepada para petani di hulu.

​"Ada arahan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi. Saya senang sekali melihat produksi padi di Lamongan bagus. Sekarang pembibitan tidak lagi di sawah melainkan menggunakan baki tray, penanaman menggunakan transplanter, pemupukan lewat drone, hingga pemanenan memanfaatkan combine harvester," ujar Rachmat Pambudy.

​Ia menambahkan, proses pascapanen nantinya akan melalui tahap pemilihan yang ketat, penyimpanan yang baik, hingga distribusi terintegrasi melalui koperasi-koperasi daerah.

​"Lamongan memiliki kekuatan di berbagai lini. Tidak hanya unggul pada produksi jagung dan padi, tetapi ke depan juga akan unggul dalam hilirisasi karena ditopang oleh kelembagaan koperasi yang kuat," katanya.

​Apresiasi Lumbung Pangan Jatim: Insentif Alsintan Modern

​Meski tidak memiliki luasan lahan sawah terbesar, Kabupaten Lamongan secara konsisten mampu membuktikan diri sebagai lumbung pangan terbesar di Jawa Timur. Bahkan pada tahun 2025 lalu, Lamongan sukses melampaui target Luas Tambah Tanam (LTT) yang ditetapkan pemerintah pusat.

​Atas prestasi gemilang tersebut, Wamentan Sudaryono memberikan apresiasi tinggi berupa bantuan langsung alat mesin pertanian (alsintan) modern, mulai dari mesin combine harvester, traktor, hingga drone pertanian.

​Wamentan menegaskan bahwa semangat juang petani Lamongan harus menjadi role model bagi daerah lain demi mempercepat swasembada pangan. Kunci utama pelonjakan produksi, menurutnya, adalah komitmen memperluas area tanam.

​"Kunci dari pertanian itu hanya satu: untuk supaya panen lebih banyak, maka tanamnya juga harus lebih banyak. Agar tanam lebih banyak, maka seluruh kebutuhan dasar petani harus terpenuhi—mulai dari ketersediaan air, pupuk, hingga kecukupan alsintan," ucap Sudaryono.

​Lamongan Siap Jawab Target 2026 Melalui Modernisasi

​Merespons dukungan pusat, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) menyatakan kesiapan daerahnya untuk menjawab target Luas Tambah Tanam tahun 2026 sebesar 233 ribu hektar. Target tersebut akan dikejar dengan mengoptimalisasi seluruh potensi lokal serta bantuan sarana prasarana yang diterima.

​Menghadapi tantangan perubahan musim, Pemkab Lamongan telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan konfirmasi taktis di lapangan.

​"Kami akan memaksimalkan sistem irigasi di Kabupaten Lamongan, memanfaatkan bantuan pompa air, serta melakukan normalisasi saluran irigasi secara berkala. Pemerintah daerah juga terus membenahi kualitas bibit dan pola tanam," kata Pak Yes.

​Lebih lanjut, Pak Yes menegaskan bahwa proses hulu hingga hilir di Lamongan kini tengah bertransformasi total menuju era digitalisasi pertanian. "Proses penanaman, pemupukan, hingga pengendalian hama terus kami transformasikan dengan menggunakan teknologi modern," ucap Pak Yes optimistis. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moch Nuril Huda
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Lamongan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.