Kerinduan Suporter Terobati, Persela Kembali Bermain di Stadion Surajaya
Setelah penantian panjang selama 835 hari, suporter Persela bisa menyaksikan kembali tim kesayangannya bermain di Stadion Surajaya.
LAMONGAN – Kerinduan mendalam suporter setia untuk menyaksikan langsung perjuangan Persela Lamongan akhirnya terbayar tuntas. Stadion Surajaya kembali "bernapas" dan bergemuruh dalam laga uji coba melawan Persekat Tegal pada Sabtu (14/3/2026) malam. Kehadiran ribuan pendukung di tribun menjadi pemandangan emosional yang telah dinantikan selama hampir tiga tahun terakhir.
Penantian panjang selama 835 hari tersebut seolah pecah saat peluit pertama dibunyikan. Maklum, terakhir kali Laskar Joko Tingkir merasakan dukungan penuh di kandang sendiri adalah pada 30 November 2023 silam saat menjamu Deltras. Setelah melewati masa renovasi stadion dan sanksi yang cukup lama, atmosfer Surajaya kembali ke bentuk aslinya.
Ketua Umum LA Mania, Teguh, atau yang akrab disapa Carembo, menyatakan bahwa momen ini jauh lebih berharga daripada sekadar skor di papan digital. Baginya, dibukanya pintu stadion untuk penonton adalah kemenangan moral bagi seluruh elemen suporter.
"Malam ini luar biasa. Ini adalah obat rindu yang paling jos bagi teman-teman LA Mania dan seluruh pecinta Persela. Sudah tiga tahun kita tidak merasakan atmosfer Surajaya secara langsung karena renovasi dan sanksi musim ini," ujar Carembo.
Meski status laga ini hanya bertajuk uji coba melawan sesama kontestan Championship 2025/2026, antusiasme warga Lamongan tak terbendung. Tribun yang kembali membiru membuktikan bahwa kecintaan masyarakat terhadap Persela tetap kokoh meski tim sempat harus bermain tanpa dukungan langsung dalam laga-laga resmi sebelumnya.

Namun, di balik kegembiraan itu, Carembo mengingatkan perlunya menjaga kepercayaan yang telah diberikan pihak manajemen dan keamanan. Ia berharap seluruh suporter untuk menjadikan momentum ini sebagai pembuktian kedewasaan pendukung Lamongan.
"Semoga kita tetap menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi fair play. Kita harus tunjukkan bahwa suporter Lamongan sudah naik kelas dan siap mendukung tim dengan cara yang positif," ucapnya.
Sentimen haru juga dirasakan oleh juru taktik Persela, Bima Sakti. Mantan kapten Timnas Indonesia ini mengaku merinding melihat dukungan publik Lamongan yang tak luntur dimakan waktu.
"Saya terharu melihat atmosfer Stadion Surajaya yang sudah begitu lama tidak seperti ini. Saya teringat sekali waktu saya masih main bola dulu, situasinya persis seperti malam ini," tutur Bima.
Bima berharap gairah di Surajaya malam ini bisa terdengar hingga ke pusat dan ingin PSSI dapat mempertimbangkan pengampunan sanksi agar Persela bisa didampingi penonton pada sisa kompetisi Liga 2 musim ini. Menurutnya, keberadaan pemain ke-12 di tribun mengubah drastis tensi dan mentalitas pemain di lapangan.
"Semoga pertandingan hari ini bisa dilihat secara nasional sehingga PSSI bisa memberikan pengampunan buat Persela ke depan. Kita masih ada tiga laga kandang lagi. Kami berharap setidaknya ada satu atau dua pertandingan yang bisa dihadiri penonton secara resmi," katanya.
Meski hasil akhir belum sepenuhnya memuaskan dengan berakhir imbang tanpa gol, Bima melihat adanya progres signifikan dari anak asuhnya. Ia berjanji akan melakukan evaluasi total sebelum menghadapi laga krusial melawan Persiba pada 28 Maret mendatang, tepat setelah libur Lebaran.
Satu suara dengan sang pelatih, pemain muda Persela, Muhammad Affani Ubaidillah, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya merumput di bawah sorotan lampu Surajaya yang penuh penonton.
"Ini pertama kali saya di Stadion Surajaya disaksikan rakyat Lamongan dan saya sangat senang. Meski hasil belum maksimal, kami berjanji akan bekerja lebih keras untuk meraih tiga poin di pertandingan selanjutnya," ujar Affani. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

