Bupati Lamongan Buka PESONA 2026, Dorong Produk UMKM Makin Naik Kelas
Acara PESONA 2026 ini digelar sebagai langkah strategis memperkuat daya saing ekonomi daerah sekaligus memperingati Hari UMKM Nasional 2026.
LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan (Pemkab Lamongan) resmi membuka pergelaran Pesta Hari UMKM Lamongan (PESONA) 2026 di Kawasan Gajah Mada, Kabupaten Lamongan.
Acara ini digelar sebagai langkah strategis memperkuat daya saing ekonomi daerah sekaligus memperingati Hari UMKM Nasional 2026.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang akrab disapa Pak Yes, membuka secara langsung ajang tahunan yang melibatkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari 27 kecamatan se-Kabupaten Lamongan tersebut.
Melalui perhelatan ini, Pemkab Lamongan berupaya memfasilitasi integrasi pemasaran digital dan konvensional agar produk-produk lokal mampu beradaptasi dengan preferensi pasar modern serta menembus rantai pasok nasional.
Kunci Sukses Pemasaran dan Komitmen Naik Kelas
Dalam pengarahannya, Pak Yes menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM memerlukan sinergi kolektif antara pemangku kebijakan, pelaku usaha, serta kesadaran konsumtif masyarakat lokal.
Menurutnya, keberhasilan transformasi bisnis UMKM agar mampu naik kelas bergantung pada konsistensi pelaku usaha dalam menjaga mutu dan membangun loyalitas pelanggan secara berkelanjutan.
"Kunci sukses daripada pemasaran UMKM agar naik kelas ini adalah bagaimana produknya dikenal, kemudian disukai, dibeli, dan customernya bisa kembali beli lagi," ucap Pak Yes.
"Mari terus kita berupaya supaya produk-produk kita semakin dikenal dan disukai serta terus akan dibeli kembali oleh masyarakat atau para customer." imbuhnya.
Ia menekankan bahwa reputasi produk tidak hanya ditentukan oleh kemasan yang menarik, melainkan juga standardisasi kualitas mutu, kepastian pasokan, dan inovasi rasa maupun fungsi yang relevan dengan tren pasar saat ini.
Selain mendorong pembenahan internal dari sisi produsen, Pemkab Lamongan berkomitmen menyediakan wadah promosi yang representatif untuk memperluas jangkauan pemasaran produk-produk unggulan daerah.
Gerakan 'Ayo Dibeli' dan Sinergi Lintas Sektor
Orang nomor satu di Pemkab Lamongan tersebut mengimbau seluruh elemen masyarakat dan aparatur sipil negara untuk terlibat aktif dalam menggerakkan perekonomian rakyat melalui aksi nyata.
"Event ini diperuntukkan untuk masyarakat para pelaku UMKM dalam rangka untuk memasarkan produk UMKM-nya. Nah oleh karena itu, semua ayo ditumbasi, ayo dibeli, dan ayo diramaikan! Ikut membantu promosi daripada UMKM di Kabupaten Lamongan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, melaporkan bahwa PESONA 2026 dirancang sebagai pameran multiproduk inklusif yang melibatkan perwakilan dari seluruh wilayah kecamatan.
Anang menjelaskan, rangkaian agenda tahun ini dikemas lebih variatif guna menarik minat berbagai segmen masyarakat, mulai dari generasi muda hingga penggiat olahraga komunitatif.
Berbagai kegiatan pendukung turut memeriahkan acara, seperti barista competition, fun run, jalan sehat, kegiatan gowes bersama, hingga penyelenggaraan pasar murah yang menyediakan bahan pangan pokok terjangkau.
Dampak Economic Effect dan Perspektif Masa Depan
Penyelenggaraan PESONA 2026 tidak sekadar berfungsi sebagai sarana transaksi jangka pendek, tetapi juga sebagai alat ukur efektivitas pembinaan UMKM yang dilakukan Pemkab Lamongan secara berkala.
Keterlibatan lintas sektor dalam agenda ini diharapkan menciptakan multiplier effect terhadap tingkat pendapatan rumah tangga dan membuka peluang kemitraan baru antar-pelaku usaha.
Kendati demikian, penguatan UMKM Lamongan masih dihadapkan pada tantangan standardisasi produk, akses pembiayaan formal, serta efisiensi rantai distribusi di kawasan perdesaan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Lamongan terus menyelaraskan program pembinaan lapangan dengan kemudahan perizinan berusaha dan pendampingan sertifikasi halal maupun BPOM secara berkesinambungan.
Dengan integrasi antara promosi event skala regional dan penguatan kapasitas produksi lokal, Lamongan optimistis mampu membentuk ekosistem UMKM yang mandiri, berdaya saing global, serta tahan terhadap dinamika ekonomi nasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

