Pemkab Lamongan Gelar Boran Agung, 1447 Porsi Nasi Boran Dibagikan
TIMES Lamongan/Warga memadati pedagang Nasi Boran dalam Boranan Agung yang digelar di halaman Masjid Agung Lamongan dan sekitar alun-alun Lamongan, Minggu (15/3/2026) (Foto: Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)

Pemkab Lamongan Gelar Boran Agung, 1447 Porsi Nasi Boran Dibagikan

Kebahagiaan masyarakat Kabupaten Lamongan atas pengakuan Nasi Boran sebagai warisan budaya lokal semakin

TIMES Lamongan,Minggu 15 Maret 2026, 21:59 WIB
231
M
Moch Nuril Huda

LAMONGANKebahagiaan masyarakat Kabupaten Lamongan atas pengakuan Nasi Boran sebagai warisan budaya lokal semakin lengkap.

Sebagai bentuk syukur atas ditetapkannya Nasi Boran sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar perhelatan 'Boran Agung' di halaman Masjid Agung Lamongan, Minggu (15/3/2026).

​Acara yang berlangsung meriah ini menjadi magnet bagi ribuan warga. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.447 porsi Nasi Boran dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi hari.

​Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, membuka langsung kegiatan tersebut.

article

Menurutnya, acara ini merupakan pemenuhan nazar setelah kuliner khas kebanggaan warga Megilan ini resmi tercatat di level nasional.

​"Hari ini kita syukuran dan melaksanakan nazar karena Nasi Boranan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nusantara," ujar Pak Yes di sela-sela pembagian nasi..

"Jadi, selain Soto dan Wingko, kali ini Nasi Boran resmi menjadi milik masyarakat Lamongan yang diakui negara," sambungnya.

​Pak Yes berharap pengakuan ini mampu meningkatkan martabat kuliner lokal dan kesejahteraan para penjualnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Kepala Desa Sumberejo, yang selama ini dikenal sebagai sentra perajin dan penjual Nasi Boran di Lamongan.

​Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Moh. Nalikan, menambahkan bahwa Boran Agung tidak akan berhenti di sini. Pihaknya berencana memplot kegiatan ini sebagai agenda tahunan dalam kalender wisata Lamongan.

article

​"Kami akan mengupayakan agar kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Ini adalah upaya nyata kita dalam nguri-uri budaya agar anak cucu kita tetap mencintai dan melestarikan Nasi Boranan," kata Nalikan.

​Suasana guyub rukun sangat terasa saat warga menikmati sajian nasi dengan lauk khas seperti ikan sili, empuk, dan bumbu merah yang menggoda selera.

Pengakuan WBTb ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif berbasis kuliner di Kabupaten Lamongan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Moch Nuril Huda
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Lamongan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.